Tegal, diswaypekalongan.id – Tahukah kamu? Kalau Gedung Lanal Tegal yang berlokasi di Jl. Proklamasi No 1 ini memiliki sejarah penting dulunya.
Bangunan kokoh berarsitektur Belanda itu menjadi bukti kuat pesatnya perkembangan ekonomi di Tegal pada zaman kolonial Belanda.
Dikutip dari laman website Kemdikbud, dulunya Gedung Lanal Tegal dibangun pada tahun 1914 dan digunakan sebagai bank milik Belanda yaitu Nederlandsch Indische Handelsbank (NIH Bank).
Nederlandsch Indische Handelsbank merupakan salah satu bank besar yang didirikan di Kota Tegal dan berdiri untuk membantu pendanaan serta sektor perkebunan.
Keberadaan Gedung Lanal Tegal ini tidak lepas dari dampak masuknya investasi dari swasta di Hindia Belanda. Pada masa itu, sejumlah regulasi ditetapkan oleh pemerintah kolonial.
Salah satunya adalah UU Agraria 1870 yang kemudian mendorong kemajuan industri perniagaan di Hindia Belanda.
Kemajuan perniagaan ini juga didorong oleh banyaknya lembaga pendanaan yang menyuplai permintaan modal, seperti Handelsvereeniging dengan modal 1,25 juta dan didirikan pada tahun 1878.
Pada masa-masa itu juga berdiri lembaga Handelsbank Matschappij yang mengkhususkan pada diri pada bidang perniagaan dan pendanaan perkebunan di Hindia Belanda.
Lembaga yang khusus pendanaan perkebunan di Hinda Belanda ini semakin pesat hingga akhir tahun 1959 yang dinasionalisasi dengan nama Bank Umum Negara.
Selain itu wilayah sekitarnya juga menjadi kawasan industri gula yang berpusat di Pangkah, Pagongan, Kemaglen, Balapoelang, Doekoehwringin, Kematran, dan Adiwerna.
Pesatnya industri di Tegal ini kemudian menjadikannya sebagai wilayah setingkat Kotapraja sekaligus menciptakan peningkatan infrastruktur di kawasan Tegal, salah satunya gedung NV yang kini jadi Gedung Lanal Tegal.
Lebih lanjut, bangunan berciri Eropa klasik pada bagian pintu masuk yang diatasnya menyerupai bangunan kastil Eropa dan menyesuaikan dengan kondisi lingkungan tropis. Dengan pengadaan ruang berventilasi dan jendela yang banyak dan tinggi sehingga menciptakan keteduhan di dalam ruangan.
Meskipun telah dilakukan beberapa kali renovasi, namun hal itu tidak merubah bentuk asli bangunannya. Ciri khas bangunan Belandanya masih tertinggal. Kamu bisa melihat dari pintunya setinggi dua meter dan jendela pada salah satu sisi gedung.
Di dalam gedung tersebut terdapat satu ruangan di Aula Sardjoe yang digunakan untuk memenjarakan rakyat Indonesia yang memberontak melawan dan menentang Belanda.
Ruangan tersebut sangat kecil dan hanya memiliki satu lubang udara berbentuk persegi panjang yang bertujuan untuk menyiksa tahanan sampai mati di dalam ruangan yang minim oksigen.
Gedung Lanal Tegal berdiri di atas tanah seluas 2.970 meter persegi dengan luas bangunan 1.069.2 meter, panjang 59.40 meter, lebar 18 meter dan tinggi bangunan 8 meter.
Bangunan ini pada tahun 1960 dipakai Markas Komando Angkatan Laut Tegal sampai sekarang. Selain itu gedung ini juga pernah digunakan sebagai kantor PT Yala Gita dan Gedung Sional.
Terkait dengan perkembangan Angkatan Laut Tegal merupakan cikal bakal kelahiran Korps Marinir TNI Angkatan Laut lahir pada 15 November 1945, seperti tercantum dalam pangkalan IV ALRI Tegal nama Corps Mariniers.
Status lembaga TNI AL Tegal mengalami beberapa perubahan, mulai dari Detasemen AL ( Denal), Landasan TNI AL (Lanal) dan Stasion AL ( Sional) .
Nah itu dia pembahasan mengenai sejarah Gedung Lanal Tegal yang dulunya sebagai bank dan kini sebagai Markas Komando Angkatan Laut Tegal. Semoga bermanfaat.






